SENGSARA CINTA
Suatu hari aku bertemu dengan seorang gadis bernama Rosa . Dia sangat baik dan peduli denganku. Kami sering bertemu, maklum rumah kami dekat. Dia selalu memperhatikan aku mulai dari hal-hal yang kecil sampai besar, padahal aku tidak suka dengan seperti itu.
Perasannku mulai tidak teratur, kadang-kadang hatiku bergetar apabila berbicara dengannya. Aku tidak tahu apa itu sebenarnya . Aku pun menghiraukannya untuk beberapa lama. Kami pun menjalani hidup dengan biasa-biasa dan lancer.
Suatu hari aku baru menyadari bahwa aku menyukai dirinya. Dialah penyebab kenapa hati ini begitu rebut dan riang. Hatiku semakin berdetak kencang. Akupun semakin akrab dengannya, dan akupun semakin memperhatikannya. Aku tidak tahu kenapa aku bias melakukan hal ini, padahal aku paling tidak suka memperhatikan sesuatu mulai dari detil kecil sampai besar.
Akupun menyadari bahwa dia juga menyukai diriku. Hingga pada suatu hari,,,
“Rosa aku ingin mengatakan sesuatu untukmu, tetapi aku ragu,” ujarku padanya. “Katakan saja gak usah malu-malu.” katanya kepadaku. “Rosa , sebenarnya aku menyukaimu, maukah kau menjadi kekasihku?” pintaku dengan penuh semangat. “ Aku mau.” Jawabnya dengan senyuman. Aku pun sangat bahagia mendengar hal tersebut.
Suatu hari dia mengirimiku surat , aku sangat senang. Aku pun membalasnya dengan mengirimnya surat . Aku dan dia pun saling mencintai dan saling mengasihi.
Hingga suatu hari kami akan berpisah, karena dia melanutkan sekolahnya di Siantar, sementara aku sekolah dekat dengan kampung halamanku. Aku sangat sedih untuk melaluinya. Namun kucoba untuk bertahan. “Jarak bukanlah pemisah kasih diantara kami.” gumamku dalam hati. Akupun semakin terbatas untuk berhubungan dengannya. Aku hanya bisa menghubunginya melalui email internet, aku tidak memiliki telepon genggam. Kadang-kadang aku hanya menghubunginya sekali seminggu.
Suatu hari aku chatting dengannya,,
“Rosa bagaimana sekolahmu? Enaknya disana?” tanya ku
“Disini lumayan enak bang.” balasnya
“Adanya kawanmu disana?” tanya ku
“Ada bang sudah ada sedikit.” balasnya
“Masih setianya kamu sama aku kan Bang?” tanyanya
“Iyalah aku maih setia sama kamu, aku tetap cinta kamu.” Jawabku
“Aku juga Bang.” ujarnya.
Aku pun senang membaca email tersebut. Meskipun dia sudah pergi jauh dia tetap cinta sama aku. Mungkin itulah alasannya, kenapa aku memilih dia menjadi kekasihku.
Namun hal itu tidak dapat bertahan lama, aku rindu padanya. Aku semakin kesulitan untuk menghubunginya, bahkan setelah itu aku tidak bisa menghubunginya lagi. Kini aku sudah tidak tahu apa yang diperbuat. Aku tak bias berbuat apa-apa lagi, namun aku tetap cintaa kepadanya. Aku memutuskan untuk pergi ke Sianar pada hari libur.
Hari libur sekolah pun tiba, aku pergi ke Siantar dengan uang yang pas-pasan. Aku pun pergi kesana pagi-pagi. Kira-kira empat jam perjalanan aku pun sampai di Siantar. Disana, aku berhenti di depan sebuah warung, kemudan aku minum disana. Tak lama kemudian melintas dihadapanku sepasang kekasih muda. Mereka terlihat sangat mesra. Ku begitu cemburu, aku sedih mengingat Rosa masih melekat di hatiku. Pasangan itu pun pergi.
Tiba-tiba aku teringat wajah perempuan tadi. “Oh iya, dia Rosa.” Kataku dalam hati. Dengan langsung aku mengejarnya sambil memanggilnya “Rosa, Rosa Rosa”. Dia pun segera berbalik arah dan berhenti. Aku pun menghampirinya. Kemudian aku memeluknya dengan erat. “Kenapa kamu ini, dimana saja kamu selama ini?” tanyaku dengan keras sambil menangis. “Aku disini bang, kenapa Abang tidak pernah membalas pesan ku?” teriaknya. Kami pun saling melepas rindu satu sama lain.
Tib-tiba dia melepaskan genggamannya dariku, dia lari menjauhi aku, sangat cepat. Kucoba untuk mengejarnya sambil memanggilnya. Dia berlari sangat cepat, lama aku untuk meraihnya. TIba-tiba……………………………… dia tertabrak truk dia terjatuh, kugapai dia, lalu kupeluk. “Rosa, Rosa jangan tinggalkan Abang sendirian, Abang minta maaf karena melupakanmu. Tolong jangan pergi.” Pintaku sambil mengangis. Dia hanya tersenyum,,,,,lalu.
“ Bang aku tetap mencintaimu, tapi maafkan dinda telah menduakan cintamu” katanya sambil melepas beban dalam hidupnya. Dia telah pergi. Untuk selamanya. “Tuhan apa yang telah kulakukan….” Cintaku telah pergi, aku menyesal karena melupakannya sesaat untuk selamanya…… TAMAT


0 komentar:
Posting Komentar